Suatu ketika, Motivator A berkata :
Berdoalah dengan detail agar keinginmu segera menjadi kenyataan, sebutkan detailnya dalam sujudmu dan tengadahkan tanganmu kepada Tuhan. Kamu ingin mobil, berdoalah Ya Rabbi, Berilah kemudahan hamba-Mu untuk memiliki mobil Berwarna Merah, Bermesin V8, hanya memiliki 2 Buah kursi dan didepan mobil berlogo emblem "kuda jingkrak". Ya Rabbi, perkenankanlah permintaan hamba-Mu yang Fakir ini.

Lalu benarkah jika kita berdoa secara detail dengan sangat detail maka Do'a kita akan segera di Ijabah  oleh Yang Maha Mengabulkan permintaan ? Semoga Saja, Insyaallah. Namun sahabat, perhatikanlah dan simaklah cerita dibawah ini :

" Suatu ketika di negeri yang jauh disana ada seorang ahli ibadah yang sangat alim dan begitu disiplin dalam beribadah. Ahli ibadah itu sangat senang meng-Esa-kan nama Yang Maha Bijaksana sehingga hampir setiap harinya ia lalui dengan beribadah yang khusyuk kepada Rabb-Nya. Pada suatu masa, Ahli ibadah itu berdoa memohon dan meminta kepada Rabb-Nya agar setiap hari Ia diberikan 2 Buah roti, 1 Roti untuk Sahur dan 1 Buah Roti untuk berbuka puasa. Namun 2 Buah roti tersebut diberikan tanpa Ia berusaha dan harus setiap hari diberikan agar Ahli Ibadah tersebut bisa lebih fokus lagi untuk beribadah kepada Rabb-Nya tanpa harus memikirkan keperluan untuk mendapatkan makanan. Tuhan yang Ar- Rahman dan Ar Rahim pun mengabulkan permintaan Ahli Ibadah tersebut, Namun Bagaimana Cara Sang Khalik mengabulkannya ?

Ahli Ibadah tersebut dilanda musibah, yaitu Fitnah yang sangat besar dan kejam sehingga Ahli Ibadah tersebut mendapatkan Hukuman dan harus di penjara. Di dalam Penjara, Ahli Ibadah setiap harinya diberikan 2 buah roti yaitu di waktu sahur dan diwaktu berbuka.

Lihatlah, Sang Pencipta telah mengabulkan Doa Seorang Ahli Ibadah dengan memberinya "musibah" sehingga Ahli Ibadah tersebut masuk penjara dan mendapatkan jatah 2 Buah Roti setiap hari tanpa bekerja agar Ia dapat fokus untuk beribadah. Namun yang terjadi justru kebalikannya, Sang Ahli Ibadah justru "mengutuk" dan "menghardik" Rabb-Nya. Di Penjara, bukankah Ahli Ibadah bisa untuk sangat Fokus beribadah kepada Tuhan Yang Maha Pengasih ? Karena tidak ada kegiatan lain selain merenungi diri ? Namun, Ahli Ibadah tersebut malah "kufur" dan mendustakan permintaannya sendiri kepada Rabb-Nya.

Cerita tersebut hanya contoh saja dan kebenaran akan terkabulnya Sebuah Doa hanyalah Sang Maha Mengabulkan yang Maha Mengetahuinya. Lalu bagaimanakah caranya berdoa yang baik ? Tunggu Selanjutnya.
Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post

0 comments:

Post a Comment

Hi! :)

 
Top