Dalam proses belajar-mengajar, khususnya mata pelajaran bahasa indonesia. Kita (siswa) dituntut untuk memahami benar-benar suatu bacaan yang sulit dibaca. Akan tetapi, hanya sedikit dari jumlah siswa yang paham terhadap wacana atau bacaan yang disodorkan oleh guru. Hal ini dapat dibuktikan pada saat kita diperintahkan oleh guru untuk mengungkapkan kembali inti dari sebuah bacaan.

Faktor-faktor yang menyebakan kita tidak dapat memahami suatu wacana atau bacaan, antara lain:
1. Bacaan terlalu panjang, hal ini menyebabkan kita kesulitan mengingat kembali bacaan yang mereka baca.
2. Kurangnya konsentrasi dapat menghambat siswa dalam memahami inti dari sebuah wacana atau bacaan.
3. Kurangnya membaca menyebabkan kita kesulitan memaknai kata-kata yang baru ditemui atau asing di telinga mereka.

          Tidak hanya itu saja, seringkali kita mengeluh sewaktu guru memberi tugas untuk mengungkapkan kembali wacana atau bacaan yang telah dibaca ataupun diperdengarkan. Dengan alasan yang bermacam-macam terkadang tidak masuk akal, seperti pusing dan malas. Kebiasaan-kebiasaan buruk yang menyelimuti peserta didik harus segera diatasi supaya tidak menjadi penyakit yang berbahaya dalam proses kegiatan belajar mengajar.

          Langkah-langkah yang perlu ditindak lanjuti yaitu membiasakan diri untuk rajin membaca supaya wawasannya luas, sehingga apabila guru memerintahkan kita untuk memahami suatu bacaan, maka yang terjadi adalah kita paham terhadap suatu bacaan tersebut.Apabila ditinjau secara seksama, memang kemampuan memahami suatu bacaan antara siswa yang satu dengan yang lainnya tidak sama. Ada siswa yang paham terhadap bacaan meskipun baru satu kali membaca, akan tetapi ada pula siswa yang sudah membaca berulangkali namun masih saja belum paham juga. Hal ini dapat dipengaruhi berbagai faktor baik dari dalam maupun dari luar.Keluarga sangat berperan penting dalam rangka pembentukan karakter kita (siswa). Apabila dalam keluarga sudah mendidik membaca ataupun melihat dan mendengarkan tayangan berita yang ada di media elektronik dan media cetak maka akan menumbuhkan siswa yang berwawasan luas, akan tetapi orang tua juga harus memilih bacaan dan tayangan atau tontonan yang tepat untuk anak-anaknya.

This for teacher, kaum yang sedang belajar, dan para orang tua

1 comments:

Hi! :)

 
Top